Viral Video Call Sambil ‘Melet’ di Rapat DPR, Moreno Soeprapto Minta Maaf: Anak Baru Keluar Rumah Sakit
Tahapan perkara
- LIDIK
- SIDIK
- SANGKA
- DAKWA
- PLEDOI
- VONIS

JAKARTA, ELANG MAUT INDONESIA — Anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Moreno Soeprapto, menyampaikan permintaan maaf setelah video dirinya melakukan panggilan video sambil menjulurkan lidah atau “melet” ketika mengikuti rapat DPR beredar di media sosial.
Peristiwa tersebut terjadi saat Komisi XII DPR RI menggelar rapat dengar pendapat bersama Direktur Utama MIND ID dan jajaran direksi subholding di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 15 September 2026.
Dalam potongan video yang beredar, Moreno terlihat memegang telepon seluler, tersenyum, kemudian menjulurkan lidah ke arah layar. Pada saat yang bersamaan, anggota DPR lainnya sedang menyampaikan pandangan dalam rapat.
Adegan singkat tersebut kemudian menjadi perhatian masyarakat. Sebagian warganet mempertanyakan kepantasan dan keseriusan anggota legislatif ketika mengikuti forum resmi yang membahas kepentingan publik.
Panggilan dari anak yang baru keluar rumah sakit
Setelah video tersebut beredar dan mendapat tanggapan masyarakat, Moreno menyampaikan klarifikasi dan permintaan maaf pada Minggu, 20 September 2026. Dalam video klarifikasinya, ia didampingi istrinya, Noorani Sukardi.
Moreno menjelaskan bahwa panggilan video tersebut berasal dari anaknya yang baru keluar dari rumah sakit dan masih menjalani masa pemulihan.
Menurut Moreno, gestur menjulurkan lidah itu merupakan respons spontan seorang ayah untuk menghibur anaknya. Namun, ia menyadari bahwa tindakan tersebut dilakukan pada waktu yang tidak tepat karena berlangsung ketika dirinya sedang mengikuti rapat resmi DPR.
“Dengan segala kerendahan hati, saya memohon maaf,” ujar Moreno dalam video klarifikasinya.
Moreno juga menyatakan menghormati ruang rapat, lembaga DPR, partai politik tempatnya bernaung, serta masyarakat yang diwakilinya. Ia berjanji menjadikan peristiwa tersebut sebagai bahan evaluasi agar lebih berhati-hati dalam menjaga sikap saat menjalankan tugas sebagai anggota legislatif.
Istrinya, Noorani Sukardi, turut memberikan penjelasan. Noorani mengatakan bahwa anak mereka sedang berada dalam masa pemulihan dan dalam kondisi kurang nyaman sehingga ingin melihat ayahnya melalui panggilan video selama beberapa saat.
Noorani juga menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan dan persepsi yang timbul akibat beredarnya video tersebut.
Konteks tidak menghilangkan ruang kritik
Penjelasan Moreno dan keluarganya memberikan konteks yang penting agar masyarakat dapat menilai peristiwa tersebut secara utuh. Namun, alasan pribadi itu tidak serta-merta menghilangkan harapan publik agar seorang anggota DPR menjaga fokus, kepantasan, dan kewibawaan selama mengikuti rapat resmi.
Anggota legislatif merupakan pejabat publik yang setiap sikap dan tindakannya dapat menjadi perhatian masyarakat. Terlebih lagi, rapat DPR merupakan bagian dari pelaksanaan fungsi pengawasan dan pembahasan berbagai kebijakan yang berkaitan dengan kepentingan rakyat.
Karena itu, penggunaan telepon seluler untuk kepentingan pribadi dalam rapat resmi—meskipun hanya berlangsung singkat—tetap dapat menimbulkan kesan kurang serius atau tidak fokus terhadap pembahasan yang sedang berlangsung.
Namun, kritik masyarakat juga harus disampaikan secara proporsional. Peristiwa ini tidak seharusnya dijadikan alasan untuk menyerang anak, pasangan, atau kehidupan pribadi Moreno yang tidak berkaitan langsung dengan pelaksanaan tugasnya sebagai anggota DPR.
Kritik semestinya diarahkan pada perilaku yang terjadi di dalam ruang rapat dan tanggung jawab pejabat publik untuk memperbaikinya.
Belum ada keterangan resmi dari MKD
Hingga penelusuran redaksi dilakukan pada 20 September 2026, belum ditemukan keterangan resmi yang terverifikasi mengenai adanya pemeriksaan maupun sanksi dari Mahkamah Kehormatan Dewan terhadap Moreno Soeprapto terkait peristiwa tersebut.
Oleh karena itu, media dan masyarakat tidak sepatutnya menyimpulkan bahwa telah terjadi pelanggaran kode etik secara formal sebelum dilakukan pemeriksaan dan dikeluarkan keputusan oleh lembaga yang berwenang.
Meski demikian, terlepas dari ada atau tidaknya proses etik, permintaan maaf Moreno merupakan langkah yang patut dicatat. Selanjutnya, masyarakat tentu berharap adanya perubahan sikap dan konsistensi dalam menjaga etika, fokus, serta tanggung jawab selama menjalankan tugas-tugas kedewanan.
Pelajaran bagi pejabat publik
Peristiwa ini menunjukkan bahwa pada era digital, setiap tindakan pejabat publik dapat direkam, dipotong, dan disebarluaskan dalam hitungan menit. Gestur yang dianggap sederhana dalam hubungan keluarga dapat menimbulkan persepsi berbeda ketika dilakukan di dalam forum resmi.
Karena itu, pejabat publik dituntut semakin berhati-hati dalam membedakan ruang pribadi dan ruang kedinasan.
Publik berhak menyampaikan kritik. Pejabat publik berkewajiban memberikan penjelasan dan melakukan perbaikan. Sementara itu, media memiliki tanggung jawab menyampaikan fakta secara utuh—tidak menutup-nutupi kekeliruan, tetapi juga tidak menghilangkan konteks atau mengubah kritik menjadi penghakiman.
Redaksi Elang Maut Indonesia
Sumber video dan dokumentasi
- Video permintaan maaf Moreno Soeprapto – 20Detik
- Kronologi dan tangkapan layar kejadian – Langit7
- Rincian klarifikasi dan permintaan maaf – Langit7
- Akun Instagram Moreno Soeprapto
Baca juga: Terpidana Kasus Sabu 402 Kg Gagal Mati
