• Home
  • Kontak Kami
  • Pasang Iklan
  • Redaksi
  • Yayasan BHEMI
Sabtu, Mei 23, 2026
  • Login
Elangmaut Indonesia
ADVERTISEMENT
  • BERITA ACARA
    • All
    • Buser
    • GELEDAH
    • PEMERIKSAAN
    • SITA

    Polda Sumatera Selatan Berantas Narkoba: 49 Tersangka Diamankan, Barang Bukti Bernilai Miliaran Dimusnahkan

    LBH Elang Maut Indonesia Pertanyakan Keberadaan SK Pensiun Pensiunan Polri di Bank Woori Capem Medan

    Tradisi Lapor-Melapor Soal Agama Dinilai Kurang Bijak, Elang Maut Indonesia: Bangsa Ini Harus Lebih Dewasa

    Dissenting Opinion Hakim Mulyono dalam Kasus Korupsi Minyak Pertamina: Keraguan dalam Perkara Pidana Tidak Boleh Diabaikan

    RISM0N SIANIPAR MINTA MAAF, POLEMIK IJAZAH JOKOWI MASUK BABAK BARU

    Vonis Bebas Aktivis Delpedro: Kemenangan Fakta Hukum atau Tekanan Politik?

    Trending Tags

    • Trump Inauguration
    • United Stated
    • White House
    • Market Stories
    • Election Results
  • LITIGASI
    • All
    • AHLI
    • BUKTI
    • PETUNJUK
    • PLEDOI

    Pembunuhan Satu Keluarga di Indramayu: Publik Menunggu Kebenaran yang Terang, Bukan Sekadar Pengakuan

    LBH Elang Maut Indonesia Pertanyakan Keberadaan SK Pensiun Pensiunan Polri di Bank Woori Capem Medan

    Tradisi Lapor-Melapor Soal Agama Dinilai Kurang Bijak, Elang Maut Indonesia: Bangsa Ini Harus Lebih Dewasa

    Dua Tahun Tanpa Kepastian, LBH Elang Maut Indonesia Dampingi Warga Mengadu ke Kompolnas

    LBH Elang Maut Indonesia Lawan Eksekusi di PN Jaksel: Hukum Jangan Jadi Alat Perampas Hak!

    Kasus Pembunuhan Mahasiswi di Lombok: Radit Jadi Terdakwa, Muncul Dugaan Kekeliruan Proses Hukum

    Trending Tags

    • Nintendo Switch
    • CES 2017
    • Playstation 4 Pro
    • Mark Zuckerberg
  • DAKWA
    • All
    • Advokasi
    • EKSEPSI
    • LAPOR
    • SANGKA

    Berkedok Kelompok Tani, Oknum Diduga Mafia Tanah Rampas Lahan Hasil Olahan Warga Sejak 2009

    Pembunuhan Satu Keluarga di Indramayu: Publik Menunggu Kebenaran yang Terang, Bukan Sekadar Pengakuan

    Ketika Militer Masuk ke Ranah Sipil: Akankah Pengaruh pada Negara Hukum dan Demokrasi

    LBH Elang Maut Indonesia: Saksi Bukan Alat untuk Menguatkan Dugaan, Tetapi Penjaga Kebenaran

    LBH Elang Maut Indonesia Pertanyakan Keberadaan SK Pensiun Pensiunan Polri di Bank Woori Capem Medan

    Negara Bukan Pemilik Tanah Rakyat: Hak Lama Harus Dihormati, Bukan Dirampas

  • APARAT
    • All
    • BURON
    • INFORMAN
    • OKNUM
    • TANGKAP

    Berkedok Kelompok Tani, Oknum Diduga Mafia Tanah Rampas Lahan Hasil Olahan Warga Sejak 2009

    LBH Elang Maut Indonesia Kritik Pernyataan “Tugas Intelijen untuk Melanggar Hukum”

    LBH Elang Maut Indonesia Pertanyakan Keberadaan SK Pensiun Pensiunan Polri di Bank Woori Capem Medan

    Diduga Salah Sasaran, Kasus Amsal Sitepu Dinilai Menyimpang dari Esensi Pasal 3 UU Tipikor

    Pemberhentian Tidak Dengan Hormat terhadap ASN Harus Sesuai Prosedur: Ketelitian dan Kecermatan Adalah Keharusan

    Kasus Pembunuhan Mahasiswi di Lombok: Radit Jadi Terdakwa, Muncul Dugaan Kekeliruan Proses Hukum

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Game of Thrones
    • MotoGP 2017
    • eSports
    • Fashion Week
  • PERDATA

    LBH Elang Maut Indonesia Lawan Eksekusi di PN Jaksel: Hukum Jangan Jadi Alat Perampas Hak!

    Pelajar Tewas Diduga Akibat Jalan Rusak di Matraman, Keluarga Mengetahui dari Tetangga

    Polemik Putusan Cerai Baim Wong

    Putusan MK: Negara Wajib Gratiskan Pendidikan Dasar (SD dan SMP), Termasuk Swasta

    Putusan MK: Negara Wajib Gratiskan Pendidikan Dasar (SD dan SMP), Termasuk Swasta

    Penjual Es Teh Umroh Setelah Dihina Miftah

    Penjual Es Teh Umroh Setelah Dihina Miftah

    Alat Bukti Dalam Hukum

    Alat Bukti Dalam Hukum

  • ARTIKEL
  • LIDIK
  • LBH
  • SIDIK
  • Elang Maut
  • Vonis
No Result
View All Result
  • BERITA ACARA
    • All
    • Buser
    • GELEDAH
    • PEMERIKSAAN
    • SITA

    Polda Sumatera Selatan Berantas Narkoba: 49 Tersangka Diamankan, Barang Bukti Bernilai Miliaran Dimusnahkan

    LBH Elang Maut Indonesia Pertanyakan Keberadaan SK Pensiun Pensiunan Polri di Bank Woori Capem Medan

    Tradisi Lapor-Melapor Soal Agama Dinilai Kurang Bijak, Elang Maut Indonesia: Bangsa Ini Harus Lebih Dewasa

    Dissenting Opinion Hakim Mulyono dalam Kasus Korupsi Minyak Pertamina: Keraguan dalam Perkara Pidana Tidak Boleh Diabaikan

    RISM0N SIANIPAR MINTA MAAF, POLEMIK IJAZAH JOKOWI MASUK BABAK BARU

    Vonis Bebas Aktivis Delpedro: Kemenangan Fakta Hukum atau Tekanan Politik?

    Trending Tags

    • Trump Inauguration
    • United Stated
    • White House
    • Market Stories
    • Election Results
  • LITIGASI
    • All
    • AHLI
    • BUKTI
    • PETUNJUK
    • PLEDOI

    Pembunuhan Satu Keluarga di Indramayu: Publik Menunggu Kebenaran yang Terang, Bukan Sekadar Pengakuan

    LBH Elang Maut Indonesia Pertanyakan Keberadaan SK Pensiun Pensiunan Polri di Bank Woori Capem Medan

    Tradisi Lapor-Melapor Soal Agama Dinilai Kurang Bijak, Elang Maut Indonesia: Bangsa Ini Harus Lebih Dewasa

    Dua Tahun Tanpa Kepastian, LBH Elang Maut Indonesia Dampingi Warga Mengadu ke Kompolnas

    LBH Elang Maut Indonesia Lawan Eksekusi di PN Jaksel: Hukum Jangan Jadi Alat Perampas Hak!

    Kasus Pembunuhan Mahasiswi di Lombok: Radit Jadi Terdakwa, Muncul Dugaan Kekeliruan Proses Hukum

    Trending Tags

    • Nintendo Switch
    • CES 2017
    • Playstation 4 Pro
    • Mark Zuckerberg
  • DAKWA
    • All
    • Advokasi
    • EKSEPSI
    • LAPOR
    • SANGKA

    Berkedok Kelompok Tani, Oknum Diduga Mafia Tanah Rampas Lahan Hasil Olahan Warga Sejak 2009

    Pembunuhan Satu Keluarga di Indramayu: Publik Menunggu Kebenaran yang Terang, Bukan Sekadar Pengakuan

    Ketika Militer Masuk ke Ranah Sipil: Akankah Pengaruh pada Negara Hukum dan Demokrasi

    LBH Elang Maut Indonesia: Saksi Bukan Alat untuk Menguatkan Dugaan, Tetapi Penjaga Kebenaran

    LBH Elang Maut Indonesia Pertanyakan Keberadaan SK Pensiun Pensiunan Polri di Bank Woori Capem Medan

    Negara Bukan Pemilik Tanah Rakyat: Hak Lama Harus Dihormati, Bukan Dirampas

  • APARAT
    • All
    • BURON
    • INFORMAN
    • OKNUM
    • TANGKAP

    Berkedok Kelompok Tani, Oknum Diduga Mafia Tanah Rampas Lahan Hasil Olahan Warga Sejak 2009

    LBH Elang Maut Indonesia Kritik Pernyataan “Tugas Intelijen untuk Melanggar Hukum”

    LBH Elang Maut Indonesia Pertanyakan Keberadaan SK Pensiun Pensiunan Polri di Bank Woori Capem Medan

    Diduga Salah Sasaran, Kasus Amsal Sitepu Dinilai Menyimpang dari Esensi Pasal 3 UU Tipikor

    Pemberhentian Tidak Dengan Hormat terhadap ASN Harus Sesuai Prosedur: Ketelitian dan Kecermatan Adalah Keharusan

    Kasus Pembunuhan Mahasiswi di Lombok: Radit Jadi Terdakwa, Muncul Dugaan Kekeliruan Proses Hukum

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Game of Thrones
    • MotoGP 2017
    • eSports
    • Fashion Week
  • PERDATA

    LBH Elang Maut Indonesia Lawan Eksekusi di PN Jaksel: Hukum Jangan Jadi Alat Perampas Hak!

    Pelajar Tewas Diduga Akibat Jalan Rusak di Matraman, Keluarga Mengetahui dari Tetangga

    Polemik Putusan Cerai Baim Wong

    Putusan MK: Negara Wajib Gratiskan Pendidikan Dasar (SD dan SMP), Termasuk Swasta

    Putusan MK: Negara Wajib Gratiskan Pendidikan Dasar (SD dan SMP), Termasuk Swasta

    Penjual Es Teh Umroh Setelah Dihina Miftah

    Penjual Es Teh Umroh Setelah Dihina Miftah

    Alat Bukti Dalam Hukum

    Alat Bukti Dalam Hukum

  • ARTIKEL
  • LIDIK
  • LBH
  • SIDIK
  • Elang Maut
  • Vonis
No Result
View All Result
Elang Maut Online
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home APARAT OKNUM

Berkedok Kelompok Tani, Oknum Diduga Mafia Tanah Rampas Lahan Hasil Olahan Warga Sejak 2009

Elangmaut Indonesia by Elangmaut Indonesia
Mei 23, 2026
in OKNUM, SANGKA
0
0
SHARES
1
VIEWS

Elang Maut Indonesia, – Musi Banyuasin – Maraknya aksi mafia tanah kembali meresahkan masyarakat Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan. Kali ini, persoalan pelik menyita perhatian warga Desa Karang Agung, Kecamatan Lalan. Sekelompok oknum yang diduga kuat berperan sebagai mafia tanah dan berkedok kelompok tani, secara sepihak mengklaim hingga merampas lahan sawah yang telah dikelola dan menjadi tumpuan hidup warga sejak lebih dari satu dekade lalu.

Berdasarkan data dan keterangan yang dihimpun, sejarah panjang pengelolaan lahan tersebut bermula jauh hari, tepatnya pada tahun 2009 hingga 2010. Saat itu, kawasan tersebut masih berupa hutan belantara lebat yang belum disentuh siapa pun. Lahan mulai dibuka dan dikerjakan oleh rombongan warga yang dipimpin oleh Bapak Yanto, Rapik, dan rekan-rekan lainnya.

Perjuangan membuka lahan dilakukan dengan cara yang sangat sederhana namun berat, sepenuhnya mengandalkan tenaga manusia. Hanya bermodalkan parang, mereka menebas semak belukar dan membersihkan kawasan tersebut. Namun, pada masa awal pembukaan itu, lahan belum bisa langsung dimanfaatkan atau ditanami. Tantangan yang dihadapi sangat besar karena arealnya sangat luas, banyak dihuni pohon-pohon besar, dan setiap bagian yang baru saja dibersihkan akan kembali ditumbuhi semak belukar jika tidak segera dikelola secara berkelanjutan.

Upaya pembukaan lahan sempat terhenti, dan baru bisa dilanjutkan kembali secara serius serta tuntas pada periode tahun 2018 hingga 2019. Di masa inilah, lahan akhirnya berhasil dibuka kembali dan diolah secara maksimal hingga berubah fungsi menjadi persawahan yang subur, layak, dan produktif untuk tanam padi.

Sejak lahan berubah fungsi menjadi sawah produktif, pihak kelompok tani yang mengelola sudah berupaya melengkapi dokumen hukum. Mereka telah mengajukan Surat Penetapan Hak kepada Pemerintah Desa Karang Agung di bawah kepemimpinan Kepala Desa saat itu, Bapak Arifin, dan pada masa itu telah mendapatkan izin pengelolaan secara lisan.

Kondisi aman dan kondusif sempat dirasakan warga hingga beberapa tahun terakhir, hingga tiba-tiba muncul oknum-oknum dengan inisial Sod, SUN, dan USM. Ketiga orang ini secara sepihak mengaku sebagai pemilik sah lahan tersebut dan berusaha menguasainya secara paksa.

Ketua tim masyarakat, YN, menyatakan keberatan yang mendalam atas tindakan sepihak dan sewenang-wenang tersebut. Ia merasa hak-hak warga dirampas begitu saja tanpa dasar hukum yang jelas dan sah.

“Tidak hanya kehilangan lahan hasil keringat sendiri, kami dan warga lainnya juga terus diteror dan diintimidasi. Akibatnya, hak usaha dan kepemilikan kami terus diganggu keberadaannya. Kami merasa sangat dirugikan,” ungkap YN dengan nada kesal.

Diduga kuat, para oknum ini tidak bergerak sendirian atau hanya bertiga. Mereka diketahui bekerja sama dengan pihak-pihak tertentu, termasuk diduga melibatkan mantan pejabat dari instansi terkait yang seharusnya menjaga hak rakyat.

Modus yang digunakan sangat merugikan dan memanfaatkan ketidaktahuan hukum masyarakat desa. Caranya, mereka menakut-nakuti warga dengan ancaman akan dilaporkan ke polisi atau digugat ke pengadilan. Akibat rasa takut serta keterbatasan akses dan pemahaman hukum, banyak warga yang akhirnya mengalah dan terpaksa melepaskan hak atas tanah yang telah mereka kelola puluhan tahun itu.

Saat ditanya mengenai bukti kepemilikan yang dibawa pihak penuntut hak, masyarakat setempat justru semakin geram dan sakit hati. Menurut keterangan warga, pihak Sod, SUN, dan USM hanya datang membawa surat-surat seadanya. Mereka mengaku memiliki sertifikat tanah yang terbit pada tahun tertentu, namun keberadaan dokumen tersebut sama sekali tidak diketahui oleh warga yang telah mengolah lahan tersebut dari hutan belantara.

“Mereka datang hanya bawa surat seadanya, bilang punya sertifikat keluaran tahun sekian yang kami tidak pernah tahu keberadaannya. Yang bikin sakit hati, mereka seenaknya bilang lahan ini sengketa. Padahal kami yang membuka hutan, kami yang mengeluarkan biaya miliaran rupiah untuk pengolahan, kami pula yang mengurus surat izin. Kenapa justru kami yang dianggap salah dan dirampas haknya?” tegas salah satu perwakilan masyarakat.

Kondisi berat ini kini membuat semangat bertani warga semakin luntur dan hilang arah. Bagaimana tidak, lahan yang menjadi tumpuan hidup dan sumber penghidupan utama mereka setiap saat bisa diambil secara sepihak oleh oknum-oknum yang mengatasnamakan kelompok tani namun berperilaku layaknya mafia tanah.

Masyarakat masih berharap ada pihak berwenang yang turun tangan mengusut kasus ini demi keadilan bagi warga Desa Karang Agung.

Hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi yang dilakukan kepada Kepala Desa Karang Agung melalui pesan WhatsApp, pak kades tidak mengetahui lahan tersebut.(Ad)

ADVERTISEMENT
Previous Post

Polda Sumatera Selatan Berantas Narkoba: 49 Tersangka Diamankan, Barang Bukti Bernilai Miliaran Dimusnahkan

Elangmaut Indonesia

Elangmaut Indonesia

Biografi Singkat “Elang Maut Online”1. Latar Belakang & Asal-Usul“Elang Maut Online” lahir pada awal 2022 dari kegelisahan sejumlah praktisi dan akademisi hukum terhadap rendahnya kesadaran masyarakat akan hak dan mekanisme peradilan. Terinspirasi oleh filosofi elang—simbol ketajaman penglihatan—media ini dirancang untuk menyorot “celah” informasi hukum sekaligus menuntun pembacanya melihat persoalan hukum dengan lebih tajam dan objektif.2. Visi Menjadi rujukan utama edukasi dan pemberitaan hukum di Indonesia yang dapat diakses siapa saja, kapan saja, demi terwujudnya masyarakat yang “melek hukum” dan berdaya.3. Misi

  • Memberi Akses Informasi: Menyajikan berita, analisis, dan opini hukum secara ringkas, akurat, dan mudah dipahami.
  • Edukasi Prosedur: Membimbing masyarakat awam tentang langkah-langkah berurusan dengan aparat penegak hukum—dari tahap penyelidikan hingga putusan pengadilan.
  • Kritik Konstruktif: Meninjau praktik hukum dan penegakan hukum dengan sikap objektif, sekaligus menawarkan rekomendasi perbaikan.
  • Membangun Jaringan: Berkolaborasi dengan akademisi, advokat, LSM, dan aparat untuk konten mendalam dan valid.
4. Isi & Fitur Utama
  • Berita Terkini: Update kasus-kasus krusial—dari putusan Mahkamah Agung hingga pelanggaran HAM.
  • Panduan Praktis: Infografis “Cara Mengajukan Laporan Polisi,” “Hak Terlapor,” dan modul–modul sederhana lain.
  • Wawancara & Opini: Dialog bersama ahli—hakim, jaksa, akademisi—serta rubrik opini untuk perspektif beragam.
  • Video Edukasi & Podcast: Penjelasan prosedur pidana/perdata dan tajuk hukum hangat dalam format ringkas.
5. Nilai-Nilai Inti
  • Akuntabilitas: Setiap informasi diverifikasi; narasumber ahli dan dokumen resmi dijadikan rujukan.
  • Aksesibilitas: Bahasa yang digunakan ringan dan visual menarik agar bisa dinikmati masyarakat awam.
  • Independensi: Konten terbebas dari tekanan politik atau kepentingan pihak manapun.
  • Inovasi: Terus mengembangkan format (AR, quiz interaktif, dan live Q&A) agar belajar hukum kian menyenangkan.
6. Tim Redaksi
  • Pimpinan Redaksi: Dean Pahlevi S. – praktisi hukum
  • Editor Hukum: Benny F. Surbakti, S.H., M.H. . – dosen hukum acara pidana dengan puluhan makalah jurnal.
  • Jurnalis & Kreator Konten: Kombinasi lulusan hukum, jurnalis, dan desainer infografis yang berdedikasi menghadirkan konten yang valid sekaligus engaging.
7. Harapan & Arah Ke Depan “Elang Maut Online” berkomitmen menembus batas—mencakup liputan kasus hukum daerah, fitur analitik big data kejahatan, hingga pengembangan platform mobile interaktif. Semua demi satu tujuan: mewujudkan masyarakat Indonesia yang cerdas hukum.Ketajaman informasi, kejelasan langkah, dan kesejajaran objektivitas: itulah semangat Elang Maut Online.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected test

  • 139 Followers
  • 23.9k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
LBH Elangmaut Indonesia Dampingi Warga Mengadu Ke Propam Polda Kaltim

LBH Elangmaut Indonesia Dampingi Warga Mengadu Ke Propam Polda Kaltim

Desember 12, 2024

Elangmaut Indonesia Silahturahmi 2025

Januari 13, 2025
Pajak Mati 2 Tahun Kendaraan Dirampas. Elangmaut Indonesia : Itu Berita Hoaks

Pajak Mati 2 Tahun Kendaraan Dirampas. Elangmaut Indonesia : Itu Berita Hoaks

Maret 20, 2025
LUAR BIASA. Keponakan Memperkosa Bibi

LUAR BIASA. Keponakan Memperkosa Bibi

Desember 10, 2024
Pajak Mati 2 Tahun Kendaraan Dirampas. Elangmaut Indonesia : Itu Berita Hoaks

Pajak Mati 2 Tahun Kendaraan Dirampas. Elangmaut Indonesia : Itu Berita Hoaks

4
Menikahkan Anak Dibawah Umur, apa Hukumnya ?

Menikahkan Anak Dibawah Umur, apa Hukumnya ?

3

Jika Hukum Acara Dilanggar, Maka Penegak Hukumnya adalah Pelaku Kejahatan

3
Moge Milik Ridwan Kamil Disita KPK

Moge Milik Ridwan Kamil Disita KPK

2

Berkedok Kelompok Tani, Oknum Diduga Mafia Tanah Rampas Lahan Hasil Olahan Warga Sejak 2009

Mei 23, 2026

Polda Sumatera Selatan Berantas Narkoba: 49 Tersangka Diamankan, Barang Bukti Bernilai Miliaran Dimusnahkan

Mei 23, 2026

Pembunuhan Satu Keluarga di Indramayu: Publik Menunggu Kebenaran yang Terang, Bukan Sekadar Pengakuan

Mei 23, 2026

Ketika Militer Masuk ke Ranah Sipil: Akankah Pengaruh pada Negara Hukum dan Demokrasi

Mei 23, 2026

Recent News

Berkedok Kelompok Tani, Oknum Diduga Mafia Tanah Rampas Lahan Hasil Olahan Warga Sejak 2009

Mei 23, 2026

Polda Sumatera Selatan Berantas Narkoba: 49 Tersangka Diamankan, Barang Bukti Bernilai Miliaran Dimusnahkan

Mei 23, 2026

Pembunuhan Satu Keluarga di Indramayu: Publik Menunggu Kebenaran yang Terang, Bukan Sekadar Pengakuan

Mei 23, 2026

Ketika Militer Masuk ke Ranah Sipil: Akankah Pengaruh pada Negara Hukum dan Demokrasi

Mei 23, 2026

Elangmautonline.com adalah Portal Berita dan Investigasi Hukum, mencerdaskan masyarakat agar terhindar dari kesewenang-wenangan. Membahas hukum dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami masyarakat.

Jurnalis dan Wartawan Elangmautonline.com dilarang keras menerima imbalan dalam melaksanakan tugas jurnalistik.

PT. Elang Maut Mandiri

LEMBAGA BANTUAN HUKUM WA : 0878-5140-7999

© 2024 Elangmaut Indonesia - Pelopor Masyarakat Cerdas Hukum

No Result
View All Result

© 2024 Elangmaut Indonesia - Pelopor Masyarakat Cerdas Hukum

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?