Elang Maut Online. Bapak Sugiyanto anggota Elang Maut yang berdomisili di Kabupaten Jember Jawa Timur hari ini mendampingi Moh. Trival (8 tahun) yang mengalami benjolan sejenis tumor di lehernya untuk dilakukan operasi di Poli Bedah Rumah Sakit Soebandi Jember. Senin, 7 Februari 2022.
Moh. Trival yang duduk di bangku Kelas 2 SDN Petung 1 Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember itu mengalami benjolan sejenis tumor yang tumbuh di leher sisi kanan sejak lama. Hal itu membuatnya malu untuk bersekolah maupun mengaji di TPQ, karena besar kemungkinan dampak dari kondisi tersebut, Moh. Rival dikucilkan atau bahkan di bully oleh teman-temannya.


Sebelumnya, Bapak Dunia dan Ibu Satik selaku orang tua dari Moh. Trival yang bekerja sehari-hari sebagai pencari rumput lalu dijual mengatakan kepada anggota Elang Maut (Bapak Sugiyanto.red) bahwa mereka awalnya dilema. Pasalnya, setahun yang lalu pernah mengajukan pengobatan gratis terhadap anak kesayangannya itu namun belum ada tanggapan, disisi lain benjolan sejenis tumor dimaksud semakin membesar dan Moh Trival tidak mau melanjutkan sekolahnya karena malu, sementara mereka juga tidak punya cukup uang untuk biaya operasi.
Setelah mendengar keluhan tersebut, Bapak Sugiyanto sebagai anggota Elang Maut menjalankan visi misi yang salah satunya sebagai pelopor anti kesewenang-wenangan tergugah hatinya dan berinisiatif membantu Moh. Trival agar bisa segera sembuh dan dapat bersekolah dan mengaji seperti dulu lagi.

Kemudian Bapak Sugiyanto mendampingi pihak orang tua Moh. Trival selaku warga tidak mampu mengajukan berobat gratis melalui Anggota DPRD Jember. Setelah beberapa proses dan persyaratan administrasi dipenuhi Alhamdulillah hari ini sudah bisa dilakukan operasi terhadap Moh. Trival di RS. Soebandi Jember.
Disela-sela pendampingan proses operasi, Bapak Sugiyanto mengatakan “aksi ini dilakukan tanpa tendensi apa-apa, kita hanya melakukan kegiatan sosial apalagi kami sebagai anggota Elang Maut yang salah satunya mempunyai tugas menjadi pelopor anti kesewenang-wenangan dan kepedulian terhadap sesama makhluk sosial apalagi keluarga Bapak Dunia tergolong dalam keluarga tidak mampu. Sehingga kita juga menerapkan konsep legal aid yaitu menegakkan hukum dengan jalan membela kepentingan dan hak asasi rakyat kecil yang tidak punya dan buta hukum”.
Selain itu, Bapak Dunia dan Ibu Satik selaku orang tua dari Moh. Trival mengucapkan “beribu-ribu terimakasih atas bantuannya mulai dari proses administrasi sampai dengan pelaksanaan operasi anak saya. Saya tidak bisa membalas kebaikan ini, hanya bisa berdoa semoga Bapak Sugiyanto dan Club Hukum Elang Maut semakin sukses dan membawa keberkahan bagi warga Indonesia”. Pungkasnya. ( Lingga/EM Jatim )

































