Elangmaut Indonesia – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Barat berhasil mengungkap praktik perjokian dalam pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) yang berlangsung di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung. Dalam pengungkapan ini, polisi mengamankan tiga orang yang diduga kuat terlibat dalam sindikat perjokian tersebut.

Modus operandi yang terungkap adalah para joki ini diduga menggantikan peserta UTBK yang sebenarnya untuk mengerjakan soal ujian. Mereka diduga memiliki kemampuan di atas rata-rata sehingga dapat mengerjakan soal dengan baik dan membantu peserta yang menggunakan jasa mereka mendapatkan nilai tinggi. Imbalan yang diterima para joki ini disinyalir mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah, tergantung pada kesepakatan dengan peserta.
Penangkapan ketiga terduga joki ini dilakukan setelah pihak kepolisian melakukan penyelidikan berdasarkan informasi yang diterima mengenai adanya praktik kecurangan dalam pelaksanaan UTBK. Polisi bergerak cepat dan berhasil mengamankan para pelaku saat mereka diduga sedang menjalankan aksinya di lokasi ujian.
Saat penangkapan, polisi mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga kuat berkaitan dengan praktik perjokian ini, seperti kartu peserta UTBK palsu atau yang diubah, alat komunikasi, dan sejumlah uang tunai yang diduga sebagai hasil pembayaran jasa joki.
Kasus ini tentu saja menjadi sorotan karena mencoreng integritas pelaksanaan UTBK yang seharusnya berjalan secara jujur dan adil. Pihak kepolisian saat ini masih melakukan pengembangan penyelidikan untuk mengungkap jaringan yang lebih luas di balik praktik perjokian ini, termasuk kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain.
BACA JUGA : Operasi Pemberantasan Preman
Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) sebagai lokasi terjadinya dugaan praktik perjokian ini tentu saja memberikan respons serius terhadap kasus ini. Pihak universitas menyatakan akan bekerja sama penuh dengan pihak kepolisian dalam proses penyelidikan dan akan mengambil tindakan tegas jika ada indikasi keterlibatan pihak internal.
Kasus joki UTBK di Bandung ini menjadi pengingat akan pentingnya pengawasan yang ketat dalam setiap pelaksanaan ujian seleksi masuk perguruan tinggi. Selain itu, kasus ini juga menyoroti adanya oknum yang berusaha mencari keuntungan dengan cara yang tidak jujur dan merugikan pihak lain yang berjuang secara sportif.


































