Elangmaut Indonesia – Operasi pemberantasan premanisme dimulai di berbagai daerah. Masyarakat diminta aktif melapor apabila melihat, atau menjadi korban aksi premanisme.
Seperti Polda Metro Jaya yang mengimbau masyarakat korban premanisme berkedok organisasi masyarakat (ormas) untuk segera melapor ke petugas terdekat. Polda Metro Jaya menggelar operasi pemberantasan premanisme berkedok ormas pada 9-15 Mei 2025.
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan bahwa pemerintah, termasuk Presiden Prabowo Subianto, resah terhadap aksi premanisme yang mengatasnamakan Ormas. Sehingga menciptakan iklim yang kurang kondusif di kalangan pengusaha.
Pemerintah membentuk Satuan Tugas (Satgas) penanganan premanisme dan organisasi masyarakat (Ormas) meresahkan pada Selasa (6/5). Satgas dibentuk guna menangani berbagai aktivitas yang mengganggu ketertiban umum dan menghambat iklim investasi.
Prasetyo menjelaskan bahwa atas keresahan yang dirasakan, Presiden Prabowo berkoordinasi dengan Jaksa Agung dan Kapolri untuk mencari jalan keluar. Termasuk pembinaan terhadap ormas agar tidak mengganggu iklim usaha dan ketertiban masyarakat.
Jika ditemukan tindak pidana, pemerintah tentu akan mengevaluasi dan tidak akan segan memberikan sanksi. Mensesneg menambahkan bahwa pembinaan terhadap ormas tidak hanya menjadi tupoksi Satgas.
Namun sudah berjalan melalui Polri dan Kementerian Dalam Negeri jika ormas tersebut tidak berbadan hukum. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menjelaskan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) Satgas, yakni menindak kelompok-kelompok yang melakukan premanisme.



































Comments 1