Elang Maut Online. Di berbagai platform media sosial, kita sangat mudah berkomuniukasi, mulai dari Whatsapp, Skipe, Line, Facebook, Instagram dan sebagainya. Tidak hanya berkomunikasi melalui audio bahkan dengan videocall sangatlah mudah. Dengan teknologi iini kita bisa berkomununikasi kapan dan dimana saja di seluruh dunia.
Jika kita tidak menggunakannya secara bijaksana maka ini bisa menjadi malapetaka. Diawali dengan berkenalan dengan seseorang di media sosial, lalu chatingan sampai akhirnya tukaran nomor WA dan Telphone. Melihat pfoto profil kenalannya sangatlah Tampan atau cantik, timbullah rasa suka dan akhirnya berpacaran jarak jauh. ( Padahal dengan teknoligi sekarang monyetpun bisa jadi tampan atau cantik dibalik kamera )
Seperti kisah seorang ibu muda yang berkenalan melalui Facebook dengan seorang pemuda tampan. Singkat cerita karena tertarik dengan pemuda tampan tersebut akhirnya mereka berpacaran jarak jauh dan ujungnya Video Call Sex/ Dimana si ibu muda bersedia bugil di depan pemuda tersebut melalui video call. Ternyata kegiatan tersebut direkam oleh si pemuda tanpa sepemgatahuan ibu muda tersebut.
Setelah terjadi beberapa kali akhirnya mulailah sipemuda meminta uang yang awalnya pinjam dengan alasan sakit, membantu orang tua dan sebagainya. Sekali dua kali ibu muda memberikan karena rasa cinta, akan tetapi karena sering dan berkali-kali akhirnya permintaan di tolak. Nah…di sinilah mulai muncul malapetraka bagi ibu muda tersebut, dimana akhirnya si pemuda memaksa dengan ancaman akan menyebakan video bugilnya kepada teman-temannya bahkan kepada suami atau keluarganya….mati kita… !
Belakangan terungkap bahwa pelakunya diduga berada dalam penjara yang bekerja sama dengan teman-temannya, dengan berbagai peran masing-masing untuk mengelabui sasaran. Bahkan pelakunya ada juga perempuan yang menjadi korbannya laki-laki…luar biasa..
Lalu bagaimana solusinya ? Seorang Youtuber yang juga anggota Polisi IPTU BENNY SURBAKTI,SH, MH, C.PEM melalui kanal youtube, Tiktok, Snack Video dan Instagram @Elangmaut_Indonesia memberi saran agar tidak usah melayani dan jangan takut. Blokir saja semua aplikasi yang bisa berhubungan dengan pelaku, pelaku. Kecil kemungkinan untuk menyebarkannya, karena hal tersebut akan memudahkan aparat hukum menemukannya. Meskipun ini bukan jaminan menolong korban, akan tetapi tidak ada jalan lain kecuali mengikuti kemauan si pelaku memeras korban sampai jatuh nmiskin,dan akhirnya ketahuan juga oleh keluarga atau suami. ( Tim Elangmaut)
” Celoteh bang Elang ”
” Jika pelaku memang berada di penjara, bagaimana bisa mendapatkan alat komunikasi dan menggunakannya ? Bagaimana pelaku mengambil uang transferan korban ? Tentunya harus keluar dari penjara. Atau ada yang membantu dari pihak ketiga ? Tolong mudus pemerasan ini menjadi perhatian dari aparat penegak hukum ”


































