Elang Maut Indonesia – Dalam era keterbukaan informasi seperti sekarang, masyarakat semakin kritis menilai kinerja lembaga dan instansi pemerintah. Tidak cukup lagi hanya dengan slogan, baliho, atau unggahan media sosial untuk membangun citra baik. Masyarakat menilai dari apa yang nyata dari sikap, pelayanan, dan hasil kerja nyata yang dirasakan langsung oleh publik.
Sayangnya, masih banyak lembaga atau instansi pemerintah yang terjebak dalam politik pencitraan. Mereka sibuk menampilkan wajah seolah-olah profesional dan peduli, padahal di lapangan kinerjanya jauh dari harapan. Pencitraan memang bisa menipu pandangan sesaat, namun tidak akan mampu menutupi ketidakprofesionalan yang akhirnya terbongkar melalui pengalaman masyarakat sendiri.
Profesionalisme bukan sekadar seragam rapi, konferensi pers, atau acara seremonial. Profesionalisme berarti bekerja dengan kejujuran, kompetensi, dan tanggung jawab sesuai aturan hukum dan etika jabatan. Lembaga pemerintah yang profesional akan membangun kepercayaan melalui pelayanan yang adil, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan rakyat.
Baca Juga : Jaksa Tidak Boleh Menuntut Di Luar Surat Dakwaan
Sebaliknya, lembaga yang hanya mengejar popularitas tanpa substansi justru akan kehilangan legitimasi moral di mata masyarakat. Kepercayaan publik tidak bisa dibeli dengan promosi, tetapi diraih melalui kerja nyata dan integritas. Ketika masyarakat merasa dikhianati oleh pelayanan publik yang pura-pura peduli, maka citra baik yang dibangun dengan biaya besar akan runtuh dengan sendirinya.
LBH Elang Maut Indonesia menilai, sudah saatnya lembaga-lembaga pemerintah melakukan introspeksi. Fokuslah pada perbaikan sistem, peningkatan kualitas SDM, dan penegakan disiplin internal. Jangan hanya berlomba tampil di media, tapi tunjukkan kinerja nyata di lapangan.
Masyarakat Indonesia tidak butuh lembaga yang pandai berbicara, tapi butuh lembaga yang mau bekerja. Karena kepercayaan publik bukan datang dari janji manis, melainkan dari rasa keadilan dan pelayanan yang benar-benar dirasakan oleh rakyat.
Pendiri sekaligus Pembina LBH Elang Maut Indonesia, Benny F. Surbakti, S.H., M.H., menyoroti fenomena tersebut sebagai bentuk kemunduran dalam budaya birokrasi dan pelayanan publik.
“Kalau lembaga pemerintah hanya sibuk membangun pencitraan tanpa memperbaiki profesionalismenya, maka mereka hanya menciptakan kebohongan publik yang lama-lama akan terbongkar,” tegas Benny F. Surbakti saat diwawancarai oleh tim Elang Maut Indonesia.
Menurutnya, masyarakat masa kini sudah cerdas dan tidak mudah dibohongi oleh tampilan luar. Yang dibutuhkan bukan lembaga yang pandai membuat slogan, tetapi yang mampu memberi pelayanan adil, cepat, dan berintegritas.
“Pencitraan bisa menarik perhatian sesaat, tapi kepercayaan publik tidak bisa dibeli dengan promosi. Kepercayaan itu lahir dari kerja nyata, dari sikap jujur dan profesional dalam menjalankan tugas,” tambah Benny.
LBH Elang Maut Indonesia menilai bahwa lembaga pemerintah yang benar-benar ingin dihormati harus berani berbenah memperkuat sistem, memperketat pengawasan internal, dan membangun budaya kerja yang akuntabel.
“Jangan hanya pandai berfoto dengan rakyat, tapi saat rakyat datang mencari keadilan justru dipersulit. Itu bukan pelayanan publik, itu pengkhianatan terhadap amanah jabatan,” ujar Benny dengan nada tegas.
Ia juga mengingatkan bahwa era digital membuat masyarakat dengan mudah menilai kinerja sebuah lembaga dari rekam jejak dan pengalaman publik. Sekali masyarakat merasa kecewa, maka citra baik yang dibangun dengan segala cara akan runtuh dalam sekejap.
“Masyarakat sekarang bukan menilai dari baliho atau postingan media sosial. Mereka menilai dari pengalaman langsung apakah dilayani dengan hormat, apakah aduannya ditindaklanjuti, apakah keadilan benar-benar ditegakkan,” tutur Benny.
Menutup pernyataannya, Benny menegaskan bahwa perubahan hanya bisa terjadi jika para pemimpin lembaga berani memprioritaskan profesionalisme di atas pencitraan.
“Negara ini butuh lembaga yang bekerja, bukan lembaga yang bersandiwara,” pungkasnya.
Dengan pesan tajam tersebut, LBH Elang Maut Indonesia mengajak seluruh lembaga pemerintahan untuk kembali pada esensi tugasnya: melayani rakyat, bukan menipu rakyat dengan pencitraan semu










